FITRAH MANUSIA

FITRAH MANUSIA

فَاقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيفًا فِطْرَةَ  اللهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَاتَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ ذَلِكَ  الدِّيْنُ القَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَايَعْلَمُوْنَ  – الروم: 30

“Tetaplah menghadapkan wajahmu kepada agama Allah dengan lurus/ hanif, dan tetaplah pada fitrah Allah yang telah diciptakan manusia di atas fitrah ini, tidak ada satupun perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus. Meskipun sebagian besar manusia tidak mengetahuinya”

Fitrah adalah suatu potensi ruhani yang sifatnya selalu berkecenderungan pada kebaikan dan berkemampuan untuk untuk mengetahui mana yang ma’ruf dan mana yang munkar. Dalam agama Islam, perbuatan yang terhormat atau perbuatan yang baik disebut dengan istilah ma’ruf dan perbuatan yang buruk disebut dengan istilah munkar. Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an: “Hendaklah ada di antara dengan satu umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintah kepada yang ma’ruf dan melarang perbuatan yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung” (Ali Imran;104). Ayat-ayat senada banyak disebutkan dalam Al-qur’an.
Istilah ma’ruf biasanya diterjemahkan dengan “diketahui”, sebenarnya lebih tepat diterjemahkan dengan “dikenal”. Istilah ini hampir sama dengan istilah ma’lum yang maknannya juga “diketahui”. Istilah ma’ruf memiliki kesamaan akar kata dengan istilah urf yang artinya kebiasaan. Dengan demikian istilah ma’ruf ma’nannya inggih “kebiasan baik yang sudah terkenal/yang telah dikenal”.
Oleh karenanya, jika kita diperintah mengerjakan yang ma’ruf sebenarnya merupakan kebiasaan baik yang telah kita kenal/telah kita mengerti. Memang, semua perbuatan yang baik, sebenarnya telah kita mengerti/kita kenal. Misalnya mengerjakan shalat, puasa, zakat, haji, dzikir, rajin, sabar, silaturrahmi, dll.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sebenarnya telah mengenal jika perbuatan tersebut adalah perbuatan yang baik, kita juga mengetahui bahwa, mengikuti firman-firman agama adalah baik dan bahwa melanggar tuntunan agama merupakan perbuatan yang buruk dan tercela. Maka sebenarnya kita sudah mengetahui bahwa mengerjakan praktek-praktek koropsi, kolusi, konsumsi minum-minuman keras/narkoba, judi, dengki, permusuhan, dll. termasuk perbuatan munkar dan melanggar tatanan agama.

Pernahkah kita membayangkan dari mana kita tiba-tiba menjadi tahu hal itu. Kita mengetahuinya karena Allah telah memberi kita suatu anugrah berupa fitrah. Fitrah inilah yang menyebabkan kita mengetahui, mana yang baik dan mana yang buruk, meskipun banyak di antara kita yang tidak menyadari, sebagaimana Allah tunjukkan dengan firmanNya: “tetaplah menghadapkan wajahmu kepada agama Allah dengan lurus/ hanif, dan tetaplah pada fitrah Allah yang telah diciptakan manusia di atas fitrah ini, tidak ada satupun perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus. Meskipun sebagian besar manusia tidak mengetahuinya” (al-Rum; 30)

Maka jika kita mengikuti firman-firman agama, hal ini memang sudah menjadi fitrah kita. Sebaliknya jika kita mengerjakan apa yang menjadi larangan agama, hal ini berarti mengingkari fitrah kita sendiri. Untuk itu namanya kita telah berbuat munkar, berbuat kemunkaran, yaitu mengingkari apa yang menjadi fitrah kita. Dengan kata lain, bahwa “mengerjakan kemunkaran berarti mengingkari kebiasaan-kebiasaan baik yang telah dimengerti (telah dikenal).

Selanjutnya marilah kita simak hadits Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Al-Tirmidzi, dan Al-Nasa’i:

ضَرَبَ اللهُ مَثَلًا صِرَاطًا مُسْتَقِيْمًا وَعَلى جَنْبَتَيْ الصِّرَاطِ سُوْرَانِ فِيْهَا ابَوْاَبٌ مُفَتَّحَةٌ، وَعَلى الْأبْوَابِ سُتُورٌ مُرْخَاةٌ، وَعَلى بَابِ الصِّرَاطِ دَاعٍ يَقُوْلُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ ادْخُلُوا الصِّرَاطَ جَمِيْعًا وَلَاتَعُوْجُوْا، وَدَاعٍ يَدْعُوْا مِنْ فَوْقِ الصِّرَاطِ، فَإِذَا اَرَادَ اْلإِنْسَانُ أَنْ يَفْتَحَ شَيْئاً مِنْ تِلْكَ اْلَأبْوَابِ قَالَ : وَيْحَكَ لَاتَفْتَحْهُ، فَإِنَّكَ إِنْ فَتَحْتَهُ تَلِجْهُ، فَالصِّرَاطُ اَلْإِسْلَامُ، وَالسُّورَانِ حُدُودُاللهِ، وَالْاَبْوَابُ المُفَتَّحَةُ مَحَارِمُ اللهِ، وَذَالِكَ الدَّاعِي عَلَى رَأْسِ الصِّرَاطِ كِتَابُ اللهِ، وَالدَّاعِى مِنْ فَوْقِ الصِّرَاطِ وَاعِظُ اللهِ فيِ قَلْبِ كُلِّ مُسْلِمٍ  (رواه أحمد والترمذى والنساء)

Artinya kurang lebih demikian:

“Allah telah menciptakan satu perumpamaan, bahwa ada satu jalan yang lurus, di mana pada kanan kirinya terdapat pagar tembok yang tinggi dan kuat. Pada sepanjang pagar itu terdapat beberapa pintu yang terbuka namun ditutupi dengan kain kelambu yang tipis. Dari arah depan sana terdengar suara yang berseru: “Hai manusia teruslah kalian berjalan dan jangan sekali-kali menengok ke kanan dan ke kiri”, sementara dari atas jalan juga terdengar suara yang sama.

Maka ketika ada orang yang mau membuka kain kelambu pada pintu tadi, suara lalu mengingatkan: ‘hai manusia jangan sekali-kali membukanya, sebab kalau sedikit saja kamu membukanya, pasti kamu akan masuk tergelincir’. Nah dari perumpamaan tersebut, sebenarnya yang dimaksud dengan pagar adalah batas-batasnya hukum (syariat) Allah. Yang dimaksud dengan pintu-pintu adalah  apa-apa yang diharamkan (larangan) Allah. Sedangkan suara yang datang arah depan jalan, maksudnya adalah nasehat-nasehat kitabullah/Al-Qur’an. dan suara yang datang dari arah atas adalah nasehat yang berasal dari hati setiap manusia. Yang terakhir inilah yang kita maksud dengan fitrah”.

Demikianlah dalam pandangan Islam, setiap manusia asalnya ada dalam keadaan fitrah. Ada kemampuan untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Meski dalam kenyataannya, kemampuan mengetahui ini tidak menjadi otomatis untuk sampai pada menjatuhkan pilihan yang benar. Begitu pula, jika mengambil pilihan salah bukan berarti atas dasar tidak adanya pengetahuan tentang mana yang benar. Oleh karenanya, jika ada di antara kita yang masih meninggalkan yang ma’ruf dan malah mengerjakan yang munkar, ini sebenarnya telah mengingkari fitrahnya sendiri dan mengingkari kadrat/iradatnya. [ ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: