HIDAYAH ALLAH (1)

HIDAYAH ALLAH (1)

فَمَنْ  يُرِدِ اللهُ  اَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ  صَدْرَهُ لِلاِسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ اَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقاً حَرَجًا كَأَنمَّاَ يَصَّعَّدُ  فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللهُ  الرِّجْسَ علَى الَّذيِنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ  ]الانعام:125[

“Barangsiapa yang Allah menghendaki memberikan hidayah kepadanya, niscaya Allah lapangkan dadanya untuk Islam, dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit, begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”

Melihat umat Islam melaksanakan ajaran agamanya, bisa saja timbul kesan, bahwa menjadi umat Islam itu berat. Betapa tidak, dalam sehari semalam harus mengerjakan ibadah shalat sebanyak lima kali. Untuk itu mereka harus dalam keadaan suci, baik suci dari najis maupun hadas. Mereka juga harus menjaga waktu, karena shalat memang dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan. Jika petang hari tertidur sementara belum melaksanakan shalat isya’, mereka terpaksa harus bangun malam untuk melaksanakannya. Demikian juga di pagi hari, harus bangun pagi-pagi untuk menunaikan shalat subuh, di mana waktu itu sedang enak-enaknya untuk ‘molor’ bermalas-malasan. Belum lagi mengenai ibadat yang lain seperti zakat, puasa, haji dll. Tak dapat dibayangkan begitu berat hidup ini dengan beban melaksanakan beberapa kewajiban itu.

Kesan seperti ini terkadang memang suka muncul juga, lebih-lebih jika kita hidup di tengah-tengah komunitas atau masyarakat di mana tingkat religiositasnya tak cukup kuat. Namun syukurlah bila hal itu tidak membuat kita benar-benar menjauh dari ajaran agama.

Merasa berat atau ringan dalam berIslam, rupanya ada kaitannya dengan hidayah Allah. Ayat di atas secara jelas menunjukkan bahwa siapa yang berkeinginan untuk mendapat hidayah dari Allah, maka hatinya menjadi ringan, dadanya menjadi terang untuk malaksanakan ajaran Islam. Inilah –sebagian- tanda bagi mereka yang mendapat hidayah dari Allah.

Maka tidak mengherankan jika shalat lima waktu tidak pernah ‘bolong’ meski harus melawan rasa kantuk; bekerja tetap giat meski harus menahan laparnya puasa; tetap berlaku jujur, meski hidup ditengah-tengah komunitas ‘hipokrit’ yang penuh kebohongan, dll. Hidayah Allah membuatnya menjadi ringan dalam berIslam. Dengan berIslam hati menjadi lapang dan sejuk.

Sebaliknya, jika ada perasaan berat untuk menjalankan perintah agama, ini sebenarnya tanda untuk mereka yang tidak mendapatkan hidayah (artinya, memilih jalan kesesatan). Bagi mereka ini, ajaran agama malah membuatnya sesak dan panas. Jangankan menjalan shalat, puasa, dan haji, mendengar suara adzan atau suara orang membaca al-Qur’an saja terasa mengganggu. Begitu beratnya Islam ini. Allah mengumpamakan mereka “seolah-olah sedang mendaki ke langit”, tentu amat sangat berat. “Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman,” demikian akhir ayat di atas.

Banyak orang mengatakan bahwa iman itu sifatnya ‘fluktuatif’, kadang naik kadang turun. Pendapat ini mungkin ada benarnya, namun munculnya perasaan berat dalam menjalani agama perlu diwaspadai. Sudah tentu tidak diharapkan, hidayah Allah berubah menjadi kesesatan, hanya karena tidak dipupuk atau kurang dilatih.

Menggapai hidayahNya memang membutuhkan kesungguhan, mungkin butuh latihan dan pembiasaan juga. Godaan dan rintangan yang datang dari orang lain, lebih-lebih dari diri sendiri, yang terkadang memberatkan, harus sebisa mungkin dikalahkan atau dihindari. Untuk itu, dalam menjalankan agama, perasaan ringan harus mulai dibangun. Jika dalam menjalankan perintah agama atau meninggalkan larangannya, hati kita merasa lapang dan sejuk, ini  pertanda bahwa hidayah itu telah datang. Mudah-mudahan kita termasuk di antara hamba Allah yang mendapatkan hidayahNya. Amin…[ ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: