HIDAYAH ALLAH (2)

HIDAYAH ALLAH (2)

اِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ اَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِى مَنْ يَشَاء وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ  ]القصص: 56[

“sesungguhnya kamu tidak dapat memberi hidayah, (meski) kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima hidayah” (Al-Qashash; 56)

Ayat ini oleh beberapa mufassir dikaitkan dengan peristiwa menjelang meninggalnya Abu Thalib, paman Nabi Muhammad saw. Dikisahkan, bahwa Nabi saw. terus gelisah melihat pamannya di akhir-akhir usianya yang tetap tidak bisa (tidak mau) dibimbing membaca syahadat. Atas kegelisahannya itu, Nabi kemudian ditegur oleh Allah dengan ayat tersebut.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa hidayah dalam pengertian ini adalah “hak prerogatif” Allah. Tak satupun manusia dapat memberi hidayah kepada sesamanya, karena manusia memang sama-sama membutuhkan hidayah ini. Bagaimana mungkin orang yang membutuhkan itu bisa memberi. Memang, ‘tugas’ kenabian adalah tabligh (menyampaikan risalah), demikian juga para ulama, para kiyai, para ustadz, tugasnya adalah tabligh atau berdakwah.

Meski demikian tidak semestinya kita berkecil hati, karena hidayah Allah pada dasarnya diberikan kepada semua manusia, tanpa terkecuali. Kalau kenyataannya, masih banyak di antara kita yang kurang mengindahkan nasehat-nasehat keagamaan, masih banyak yang menerjang larangan-larangan agama, itu jelas karena mereka mengingkari dan tidak menggunakan hidayah Allah dengan sebaik-baiknya.

Ada beberapa ‘macam’ hidayah Allah yang diberikan pada manusia. Sebagian ulama menyebutkan ada empat: pertama hidayah ilhamiyah, yaitu suatu potensi ruhani yang sifatnya selalu berkecenderungan pada kebaikan. Untuk hidayah ini, ada yang menyebut dengan intuisi atau dalam bahasa agama digunakan istilah fitrah. Dengan hidayah ini, manusia berkecenderungan untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Meski pengetahuan ini tidak menjadi otomatis bagi mereka untuk memilih pilihan yang benar.

Sebaliknya mereka yang mengambil pilihan salah bukan berarti mereka tidak mengetahui mana yang benar. Seorang adik balita akan menangis ketika mainan kesukaan yang dibelikan kakeknya diambil secara paksa oleh sang kakak. Contoh ini bisa dipahami bahwa sang adik sebenarnya tahu bahwa dia sedang didzalimi oleh kakaknya dan perbuatan kakak adalah salah. Maka, sekali lagi, semua manusia sebenarnya dibekali hidayah ini.

Kedua, hidayah khawasyiyah, yaitu hidayah yang berupa panca indera. Dengan panca indera, manusia dapat melihat, membaca, mendengar, membau, merasa,dll. Dengan begitu, manusia dapat menyusun pengalaman. Dengan menyusun pengalaman, manusia dapat bertambah maju, dapat berkembang dan akhirnya hidupnya bertambah baik dan berkualitas.

Ketiga, hidayah aqliyah, yang berupa akal sehat. Tidak sulit menjelaskan bagaimana peran akal dalam kehidupan manusia. Ada banyak sifat akal, namun di sini dapat disampaikan dua hal yang paling menonjol, yaitu bahwa keteraturan (continuity) dan dapat merekayasa (engineer) alam. maka dengan hidayah akal, manusia dapat membangun peradaban yang lebih baik.

Keempat, hidayah syar’iyah yang berbentuk agama. Hidayah inilah yang membimbing manusia untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dan Islam telah datang, itulah agama Allah yang telah disempurnakan. Melalui kitab suci al-Qur’an dan petunjuk serta contoh dari Nabi Muhammad, kita diajak untuk menuju jalan yang benar (sirath al-mustaqim). Inilah nikmat dan hidayah yang tak terhingga bagi manusia dan kemanusiaan.

Dan begitulah, hidayah Allah sudah diberikan kepada kita, maka suatu kesalahan besar, jika kita mengingkarinya.[ ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: