KASIH SAYANG ALLAH

KASIH SAYANG ALLAH

اِلَّا مَنْ تَابَ وَاَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَاُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنتٍ ]الفرقان: 70[

“Hanya orang-orang yang bertaubat dan beriman kepada Allah serta beramal shalih, maka Allah menggantikan keburukan mereka dengan kebaikan-kebaikan” (QS: al-Furqan; 70)
Setiap prestasi memang patut mendapat penghargaan. Maka wajar jika seorang guru begitu bahagianya, melihat siswanya yang menjadi sadar ketika melihat buku rapornya banyak nilai yang ‘merah’. Kesadaran siswa itu diwujudkan dengan terus tekun belajar untuk tidak mengulang kesalahan masa ujian sebelumnya. Siswa seperti ini memang patut mendapat penghargaan, namun apapun penghargaan yang diterima tidak berarti dapat mengubah nilai merah pada buku rapornya menjadi nilai hitam. Artinya nilai merah tidak pernah hilang dan tetap menjadi tanda dari puing-puing masa lalunya. Inilah penghargaan guru pada siswanya.
Ini adalah satu contoh, sebuah bentuk penghargaan bagi mereka yang berupaya menjadi lebih baik. Suatu penghargaan diberikan, namun kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu tetap tak terhapuskan. Ayat al-Qur’an di atas menunjukkan bahwa begitu besar ‘penghargaan’ Allah bagi hambaNya yang mau kembali (bertaubat) ke jalan yang benar. Namun penghargaan yang diberikan Allah lebih jauh dari sekedar mengabaikan kesalahan dan dosa seseorang hamba, yakni menghapusnya, bahkan berkenan mengganti dosa dengan kebaikan yang berlipat-ganda. Inilah firmanNya:
“Hanya orang-orang yang bertaubat dan beriman kepada Allah serta beramal shalih, maka Allah menggantikan keburukan mereka dengan beberapa kebaikan” (QS: al-Furqan; 70)
Jika seorang hamba datang kembali ke jalan yang benar, meski dengan membawa buku rapor yang berisi kesalahan dan dosa, Allah akan berkenan menerimanya dan mengahapus dosanya serta menggantikan buku rapor itu dengan buku rapor yang sama sekali baru yang berisi nilai kebaikan yang berlipat-lipat. Inilah penghargaan Allah dan inilah satu bentuk kasih sayang Allah bagi hambaNya yang mau kembali (bertaubat) ke jalan yang benar.

Dalam ayat yang lain Allah berfirman: “Barangsiapa datang membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat, maka dia tidak diberi balasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (QS: al-An’am; 160)

Ayat ini menunjukkan bentuk yang lain dari kasih sayang Allah, yaitu jika seorang hamba berbuat suatu kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali kabaikan, namun jika seorang hamba berbuat dosa, Allah tidak membalasnya kecuali sepadan dengan dosa yang telah dilakukan, bahkan tidak mungkin sampai merugikannya. Artinya suatu dosa tidak akan dibalas dengan hukuman lipat-ganda sebagaimana dalam hal kebaikan.

Kecuali itu, suatu perbuatan baik, akan dicatat sebagai kebaikan, meski perbuatan itu masih dalam rencana. Hal ini berbeda dengan perbuatan jahat, yang tidak akan dicatat sebagai kejahatan sehingga perbuatan itu dilakukan. Marilah kita simak firman Allah berikut:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِيْنَ عَمِلُوْا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ  ]القصص: 84[

“Barangsiapa datang membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) yang lebih baik dari pada kebaikannya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat, maka tidaklah diberi balasan kepada orang yang melakukan kejahatan, melainkan setelah kejahatannya itu mereka lakukan”. (QS: al-Qashash; 84)

Inilah beberapa bentuk kasih-sayang Allah kepada hambaNya. “Kasih Sayang Allah” ini adalah inti ajaran Islam. Dalam bahasa al-Qur’an digunakan kalimah al-Rahman al-Rahim. Dan kita mengenalnya melalui bacaan basmalah, yaitu ayat pertama surat al-Fatihah dan bacaan pertama pada awal setiap surat di dalam al-Qur’an, kecuali surat al-Taubah. Telah banyak lembaran kitab tafsir al-Qur’an yang membahas kalimah atau ayat ini. Sudah tentu besar artinya bagi orang yang dapat memahaminya.

Seberapa besar kasih sayang Allah pada hambaNya, sudah tentu tak terbayangkan luasnya dan sudah tentu melebihi apa yang dapat digambarkan ahli tafsir dan manusia pada umumnya. Yang jelas, siapapun orangnya, pasti merindukan kasih sayang ini. Apa yang dicari dalam hidup ini, jika selama hidup tak pernah merasakan kasih sayang Allah; dan apa lagi yang kurang dalam hidup ini jika kasih sayang Allah dapat digapainya. Mudah-mudahan kita ditetapkan ke dalam golongan hambaNya yang mendapat kasihNya. [ ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: