MENGENAL ALLAH

MENGENAL ALLAH

اِنَّنِي اَنَا اللهُ  لَااِلهَ اِلَّا اَناَ فَاعْبُدْنِي وَاَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِي – طه : 14

“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka beribadahlah kepadaKu dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu”

Dalam kehidupan sehari-hari, jika kita menyadari, setidaknya kita menemukan dua hal, yang selalu berada di hadapan kita. Pertama, hal-hal yang sudah jelas tanpa ada keraguan dan kedua adalah hal-hal yang masih merupakan misteri bagi kita. Yang dimaksud hal yang sudah jelas adalah hal-hal yang dapat kita pahami dengan akal yang sehat (atau sering disebut commonsense), yaitu suatu hal yang sudah pasti menurut akal kita, misalnya: air pasti mengalir ke tempat yang lebih rendah, api mesti panas, semantara air es pasti terasa dingin, dll.

Bagi kita, semua ini sudah jelas. Selanjutnya, hal yang masih menjadi misteri, maksudnya bahwa nalar kita masih belum/tidak dapat mereka-reka atau meramalkannya. Misalnya, persoalan ajal manusia, kesembuhan setelah kita sakit, atau sakit setelah kita sehat, bahkan banyak yang mengatakan, soal jodoh, rizki, dll., juga merupakan persoalan misteri.

Jika kita renungkan, kedua hal ini ternyata mengandung hikmah dan pelajaran yang cukup dalam bagi kita. Taruhlah yang pertama, yaitu hal yang sudah jelas atau pasti, ini jelas mendidik kita supaya dapat hidup dengan teratur, sebab alam ini memang dapat berjalan dengan keteraturan. Selain itu, juga mendidik supaya dapat menyusun rencana sesuai dengan kemampuan masing-masing, karena alam ini memang tidak akan pernah bohong atau dusta.

Wal hasil, hal yang pertama ini mengajak supaya manusia dapat hidup dengan bersemangat, dinamis dan menapaki hidup dengan rencana, program dan cita-cita. Sedang menyangkut hal yang kedua, yaitu persoalan misteri kehidupan; hal ini jelas mendidik kita dan manusia semua, supaya senantiasa mempunyai harapan dan tidak berputus asa, sebab di dunia ini masih ada dan akan ada banyak kemungkinan yang masih belum dapat diramalkan manusia.

Dua hal ini sebenarnya sudah ada sejak alam ini diciptakan dan saya kira keduanya tetap akan menjadi persoalan/pertanyaan bagi manusia sepanjang hayatnya, misalnya pertanyaan; sebenarnya siapa atau apa dibalik keteraturan dan misteri ini? apa hikmah dibalik itu semua? Siapa ‘pemegang rahasia’ di balik tanaman menjadi panen, tanaman di kasih pupuk/obat-obatan, tetapi masih tetap terserang hama; siapa yang menciptakan, bahwa orang bekerja keras, tetapi hasilnya hanya sedikit dan pas-pasan saja, malah ada yang hanya santai tetapi juga tidak menghasilkan apa-apa, dll.

Pertanyaan-pertanyaan serupa inilah, yang barang kali pernah menghantarkan Nabi Ibrahim untuk melanglang buana, untuk menemukan jawabanya. Seperti telah kita ketahui dari kisah Nabi Ibrahim, bahwa Nabi Ibrahim awalnya mengira bahwa bintang-bintang di angkasa itu yang menciptakan alam ini, lalu mengira bulan, dan yang terakhir Nabi Ibrahim menyangka bahwa matahari yang menciptakan alam ini. Sampai dengan yang terakhir ini, Nabi Ibrahim masih tetap belum puas, sebab sama dengan bintang dan bulan, matahari pun mengalami terbenam, merupakan makhluk yang dapat berubah dan rusak.

Kisah Nabi Ibrahim ini merupakan contoh dari sebuah pencarian panjang tentang siapa pencipta alam ini atau apa di balik keteraturan dan misteri alam ini. Namun ketika pencarian itu menemui ‘jalan buntu’, Nabi Ibrahim sampai pada kesimpulan dengan berkata:

“Sesungguhnya kuhadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan tunduk dan menyerah, dan bukanlah aku termasuk golongan orang-orang musyrik”

Pernyataan Nabi Ibrahim ini diabadikan Allah dalam al-Qur’an surat al-An’am (6) ayat 70, dan tampak jelas ada pengakuan yang tulus tentang adanya Dzat yang menciptakan langit dan bumi. Siapakah Dia? Adalah sebuah pertanyaan yang juga terjadi pada kita semua. Di sinilah kemudian Allah memberikan petunjuk dengan firmannya:“sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka beribadahlah kepadaKu dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu” (QS: Thaha; 14)

Berdasarkan ayat ini menjadi jelas, adalah kuasa Allah yang berada di balik misteri hidup, sehat, sakit, usia, jodoh, rizki dan semua persoalan yang masih menjadi misteri, juga semua persoalan yang kita anggap sudah jelas. Karena Allah telah ciptakan itu semua dengan suatu ukuran, sebagaimana firmanNya:

اِنَّ كُلَّ شَيْئٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ – القمر:49

“Sesungguhnya Aku ciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang jelas”

Ayat ini mengingatkan, bahwa tidak ada pencipta lain selain Allah, maka wajib bagi kita hanya menyembah kepadaNya dan mendirikan shalat untuk selalu mengingatNya.

Dengan demikian, sekali lagi bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan di dunia ini, tidak ada tuhan selain Dia. Oleh karenanya sudah semestinya jika kita senantiasa menyambut dan melaksanakan perintah-perintahNya, yakni dengan mengerjakan yang ma’ruf dan menjauhi larangannya.[ ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: